Belajar PEDE Yuk

Training Membangun Pede

Dibawakan oleh : Mba Nadia Meutia dan Mba Vena Annisa

Hari ini, tepatnya tanggal 5 Januari 2013 aku ikutan yang namanya Training Membangun Pede. Lho memang kamu gak Pede? Pede itu kalau buat aku itu relative (kayak cantik aja yak relatif. Hehehehe). Maksudnya apa, ya pede itu kalo buat aku sendiri itu suka berubah-rubah. Kalo aku udah menguasai materinya ya pede itu bakal muncul. Tapi kalo gak ya bisa berabe. Ini sih pengalaman pribadi aku kalo ngajar.

Nah, kalo menurut mba Vena pede itu gimana ya? Apa itu bawaan dari lahir apa bisa diasah? Anyway dah tahu kan siapa mba Vena Annisa itu? Yap, mba Vena itu dulunya penyiar Pambors, trus pernah dan sering juga jadi presenter di televisi. Sekarang mba Vena jadi salah satu jurnalis di VOA. Pokoknya beliau itu yang pasti udah ahli banget sama dunia broadcast yang pastinya butuh kePedean.

Awalnya mba Vena cerita tentang kehidupannya sebelum jadi penyiar. Ternyata oh ternyata, mba Vena ini juga pernah loh ngerasain ga pede. Utamanya soal fisik kata beliau. Lantas apakah fisik itu jadi halangan? Tidak ternyata. Karena gak pede dengan fisiknya, maka beliau cari dalam dirinya apa sih selain fisik yang bisa jadi andalan? Nah kalo udah ketemu andalan kita, blow up supaya bisa jadi pede. Karena sebagai manusia tidak ada yang 100% pede. Pasti ada yang namanya insecure. Sebagai contoh, pernah gak kalimat-kalimat ini muncul? Misalnya aku bisa gak ya? Aku cantik gak sih? Kalo itu ada dalam diri kita, yakinkan bahwa kita bisa. Karena andalan kita itu gak harus masalah fisik. Pegang sesuatu yang memang mencerminkan diri kita. Itu yang harus ditonjolkan.

Nah kalo kita dalam kondisi gak pede gimana? Ya pedein aja. Kalopun misal yang kita omongin itu salah, ya gapapa. Namanya juga belajar. Apapun yang kita pikir menakutkan di awal, ternyata gak segitunya loh. Itu yang namanya persepsi, asumsi. Buang semua asumsi negatif yang kita pikirkan. Kenapa? Karena itu yang menghalangi kita untuk mencoba. Menjadikan kita gak pede. Nothing to lose aja. Kalau kita sudah positive thinking, mimik muka bisa kita atur supaya meyakinkan. Bahasa mudahnya pura-pura pede. Apapun yang kita kemukakan, yakin. Kalau ditolak? So what? Jadikan itu sebagai jalan keluar dari stigma negatif. Karena kita yang tahu kemampuan kita.

Kemampuan itu bisa diasah lho. Dengan cara apa? Kerja keras! Kerja keraslah yang bisa mendobrak asumsi tidak mampu, melatih yang kita andalkan. Usaha yang kita lakukan fokuskan pada apa yang menjadi tujuan kita (identik dengan persiapan). Persiapan apa? Persiapan dalam hidup. Jangan lihat kanan kiri kecuali orang itu adalah inspirasi kita. Jadi intinya adalah FOKUS dan PEDE. Dan semua itu didorong oleh passion. Seberapa penting sih persiapan ini? Sangat penting. Karena kita harus selalu siap ketika ada kesempatan di depan mata. Sayang kan kalo ada kesempatan baik tetapi terlewat begitu saja.

Ada pertanyaan, gimana bedain antara pede yang pas sama kepedean yang over. Caranya adalah dicoba (ada aksi gak diam). Kalo orang memberikan reaksi, entah itu positif atau negatif, itu adalah feed back yang baik. Yang penting ketika kita beraksi adalah kuatkan hati. Jadikan kritik sebagai pemicu untuk berani mendobrak asumsi negatif. Gak masalah kok kalo kita lebay. Itu adalah proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Di akhir acara, mba Vena sharing dan praktek tentang bagaimana membangun kepedean. Ketika adrenalin kita tinggi, misal pada saat kita mau naik panggung, itu adalah moment yang sangat bagus dan kita punya dua pilihan. Pilihan pertama kita menjadi pede. Pilihan kedua menjadi tidak pede. Tentunya gak mau kan pilih yang kedua. Ternyata ada tips nya lho. Jadi, pada saat kita nervous, cobalah sapa tubuh kita. Kaki, tangan, bahu, mata, bibir, semuanya.  Intinya adalah kontrol diri. Langkah kita adalah kita yang kontrol. Ketika tangan bergerak itu juga karena kita yang mau. Mantapkan langkah, kontrol gerak tangan, binar mata, dan yang paling penting  adalah senyum. Mau apa kita dipanggung, apa itu lebay apa itu meringis yang penting kita sudah berani tampil.

So, masih gak pede? Pede itu kita yang atur lho. Jadilah berani. Karena semua mimpimu itu gak ada artinya kalo gak ada aksi.

Salam sukses selalu!

Ning

share

About Ika Mahardikawati

seorang ibu yang bekerja di rumah, doyan masak, seneng guguk, suka motret, daan seneng di dapur. Membudayakan pola hidup sehat dengan sayuran dan buah (bahasa ngetrendnya raw food atau food combining) yuk ikutan.. cek juga web saya www.keranjangcantik.com

Saya juga mencari rekan baru yang mau belajar cari penghasilan lewat internet. Silahkan isi form di kolom yang tersedia di website ini....

Trackbacks

  1. […] mbak Nadia Meutia & mbak Vena Annisa (presenter Prambors & VOA) berbagi ilmunya soal membangun ke-PEDE-an diri di Oriflame Sudirman, kok tiba-tiba rasa lapar melanda ya? pas melirik ke jam di tangan, […]

  2. […] mbak Nadia Meutia & mbak Vena Annisa (presenter Prambors & VOA) berbagi ilmunya soal membangun ke-PEDE-an diri di Oriflame Sudirman, kok tiba-tiba rasa lapar melanda ya? pas melirik ke jam di tangan, […]

Speak Your Mind

*